ASEAN Blogger dari Kacamata Peserta (Saya)

Tulisan ini sekaligus menjadi tulisan pertama dalam perjalanan touring atau wisata ke Bali yang kebetulan berbarengan dengan undangan acara ASEAN Blogger Conference yang diselenggarakan di Bali berbarengan dengan KTT ASEAN ke-19 yang juga diselenggarakan di Nusa Dua, Bali. Walaupun seharusnya artikel ini berbahasa Inggris, karena keterbatasan saya menggunakan bahasa Indonesia saja.

Pertama kali memang saya kaget mendapat undangan menghadiri acara yang dikabarkan merupakan perhelatan blogger yang berskala internasional yang diikuti peserta blogger dari negara-negara ASEAN. Jujur saja, saya tidak berharap banyak ketika nama ASEAN Blogger Community diluncurkan beberapa bulan yang lalu dan mengadakan sosialisasi di beberapa kota di Indonesia. Bagi saya yang merupakan seorang blogger, terserah pembaca yang mau menggolongkan saya sebagai seorang blogger biasa, blogger independen, blogger idealis, atau apalah saya sudah malas membahasnya, menganggap bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan untuk blogger dengan tujuan yang baik dan bermanfaat sekiranya pantas mendapat dukungan. Salah satunya acara ASEAN Blogger yang gaungnya sampai ke seluruh pelosok negeri menjadi harapan bagi sebagian besar blogger yang berkeinginan menghadiri acara yang bertaraf internasional ini.

Bagi saya, roadshow sebuah perhelatan blogger sebelum acara inti nan akbar di kota tempat tinggal saya sepertinya sudah cukup. Seperti halnya Roadshow Pesta Blogger 2009, Roadshow Pesta Blogger 2010, ID Bloglicious 2011, dan Sarasehan ASEAN Blogger yang diselenggarakan di kota tempat tinggal saya, Jogjakarta. Tapi adalah sebuah kebanggaan bagi saya yang terpilih menjadi salah satu peserta ASEAN Blogger Conference di Bali.

Setelah seminggu sebelumnya berada di Bali, akhirnya saya menuju ke hotel PopHarris untuk registras ulang peserta dan berkumpul dengan peserta yang lain. Di lembar registrasi terpampang jelas peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa blogger yang berasal dari negara ASEAN. Jujur, saya meminta maaf kepada panitia karena tidak dapat menghadiri acara Peringatan Ulang Tahun Komunitas Blogger Bali yang merupakan salah satu agenda acara awal karena harus berkemas dan berpamitan kepada saudara.

Terlebih saya salut, para peserta diinapkan dalam hotel yang memiliki fasilitas yang lebih dari cukup menurut saya pribadi. Walaupun kamar hotel diisi bertiga, dengan fasilitas seperti AC, TV kabel, Wifi, dan kamar mandi air hangat terbilang lebih dari cukup mengingat bagi saya mendapat jatah tempat bermalam secara cuma-cuma sudah sangat berterima kasih sekali. Saya kira panitia sudah bekerja semaksimal mungkin dalam melayani peserta, meskipun ketika satu kamar yang diisi bertiga tersebut mungkin sebelumnya belum saling mengenal dan dilakukan secara acak.

Mengenai acara inti sendiri, acara dimulai satu jam lebih lambat dari rencana semula yang dijadwalkan. Menurut kabar memang dikarenakan kesalahan koordinasi, bagi saya hal tersebut wajar mengingat lokasi tempat menginap dengan acara utama di Museum Pasifica Nusa Dua memang cukup jauh dan memasuki kawasan Nusa Dua diberlakukan cek keamanan berlapis karena banyak wakil-wakil negara ASEAN sedang mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi.

Saya tetap duduk dan mengikuti sesi acara demi acara tanpa mempedulikan kejadian yang terjadi dibalik layar ketika acara berlangsung. Sesekali saya membuka akun twitter dan membaca timeline yang ada. Ada yang bertanya mengenai acara ASEAN Blogger, ada yang mendukung, ada yang mencibir, ya macam-macam lah seperti biasa ketika event akbar diselenggarakan. Saya pikir menjadi seorang blogger kok semakin lama semakin susah, harus menghadapi beberapa masalah yang kadang sebetulnya merupakan masalah sepele.

Saya anggap acara berjalan cukup lancar hingga perumusan deklarasi ASEAN blogger berlangsung. Perumusan deklarasi berlangsung lancar walaupun dengan beberapa kali interupsi dari blogger dari Vietnam dan Brunei karena tidak sejalan dengan politik negara mereka. Namun akhirnya selesai dirumuskan dan isinya dapat dibaca di blognya mas Iman Brotoseno. Jujur dalam perumusan deklarasi, saya sudah terlalu capek sehingga hanya duduk diam di kursi peserta. Saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri yang kurang aktif dalam perumusan deklarasi tersebut.

Isi deklarasi mendukung terciptanya Komunitas ASEAN tahun 2015 dan menjalin komunikasi dan hubungan sesama blogger dalam lingkup ASEAN. Saya berharap ini tidak hanya sebuah deklarasi yang “hangat-hangat tai ayam” dimana nanti berlalu tanpa ada kelanjutan dan akhirnya hanya sebuah omong kosong belaka. Namun saya optimis, setiap rencana yang mulia walaupun terlambat pasti ada jalan untuk mewujudkannya.

Kabar burung pasti muncul setiap diselenggarakan suatu acara apalagi sekelas event internasional seperti ini, namun saya tidak mempedulikannya. Terlebih meskipun benar, tidak etis ketika saya hadir dalam suatu acara kemudian mengeluhkan sesuatu yang berkaitan dengan acara, mengkritik, menggosip, menguping, atau sebagainya karena saya ingin tidak mempermalukan diri saya sendiri. Saya ingin menjadi warga negara yang taat dan berbudaya, tidak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan dan melayani para peserta selama di Bali dan tiket kepulangan ke daerah masing-masing.

Manfaat kecil dari acara ini yang sekiranya cukup mengena bagi saya adalah, saya bisa bertatap muka secara langsung dengan blogger-blogger yang berasal dari negara-negara lain dan berfoto bersama. Terserah apakah mau dicaci saya tidak mempedulikannya dan saya menganggap foto tersebut adalah kenang-kenangan yang tidak terlupakan selama di Bali.

N.B.: Hanya sebuah curahan hati dari Blogger yang berstatus sebagai mahasiswa biasa

Comments
  1. ~MHC~
    • annosmile
    • addiehf
  2. IndahJuli
    • annosmile
  3. Melok2 Kopas Ach ... :)
    • annosmile
  4. [H]Yudee
    • annosmile
  5. Ceritaeka
    • annosmile
  6. a!
    • annosmile
  7. jarwadi
  8. dafhy
    • annosmile
  9. Nike
  10. Chic
    • annosmile
  11. ajengkol
    • annosmile
  12. Rusa
  13. annosmile

Leave a Reply to Chic Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *