Bicara Deklarasi ASEAN Blogger

Banyak yang bertanya, apa yang saya dapat ketika mengikuti acara ASEAN Blogger Conference di Museum Pasifica, Bali. Berikut saya ingin memberikan sebuah penjelasan dan opini saya sebagai seorang peserta, melengkapi postingan terdahulu saya yang berjudul ASEAN Blogger dari kacamata saya (peserta).

Mengutip isi deklarasi ASEAN Blogger dari blognya mas Iman Brotoseno yang merupakan hasil rapat yang dipimpin Herman Saksono, Presiden ASEAN Blogger Chapter Indonesia, sebagai berikut:

  1. We, the ASEAN bloggers, gathered in Bali, on 16th November 2011, aligned with the 19th ASEAN Summit, acknowledge the role and contributions of social media for the establishment of ASEAN Community 2015.
  2. We, the ASEAN bloggers, aspire to seek the freedom of expressions among us as enshrined in Universal Declaration of Human Rights.
  3. We, the ASEAN bloggers, in the spirit of partnership and solidarity among the family of people from ASEAN countries, independent of political influence, are determined to use social media in the development of ASEAN’s political, economic, and social-cultural potentials with the aim to promote understanding among ASEAN people.
  4. We, the ASEAN bloggers, are determined to develop cooperation in all fields under ASEAN’s One Vision, One Identity, and One Community.
  5. We, the ASEAN bloggers, are committed to ethical and positive demeanor, respectful of the rights of authors attached to articles, photos, and videos, and other creative products.
  6. We, the ASEAN bloggers commit to: a. Declare the 16th November as the ASEAN Bloggers’ Day; b. Develop communication platforms, both at the national and the sub-regional levels, taking into account the interest of people participation in the rural areas of ASEAN countries; c. Organize future activities to encourage closer contact among bloggers; d. Mandate the Indonesian ASEAN Blogger Community President to coordinate and communicate to all their counterparts from ASEAN countries regarding development and progress achieved in accordance with the Declaration.
  7. We, the ASEAN bloggers, encourage all bloggers to join our efforts in making this Declaration a reality.

Saya cerita mulai dari diskusi tentatif yang dibagi tiga kelompok yang terangkum dalam acara ASEAN Blogger Meeting. Kelompok saya yang difasilitasi oleh Mas Angga ini sempat terjadi kebingungan kemana arah yang akan dibahas dan didiskusikan. Sehingga butuh beberapa menit untuk meminta poin-poin deklarasi kepada panitia sebagai bahan acuan dan pembahasan deklarasi untuk sesi selanjutnya. Akhirnya kami menerima sebuah poin-poin deklarasi yang beberapa cenderung banyak campur tangan pemerintah, dan bisa dibilang juga poin-poin pemerintah.

Diskusi dimulai, pertama para blogger membahas tuntutan terhadap pemerintah seperti koneksi internet dalam negeri yang tidak stabil, kebebasan berpendapat, peran blogger dalam Komunitas ASEAN.

Sempat terlintas pendapat untuk mengubah nama ASEAN dengan Asia Tenggara karena nama ASEAN merupakan sebuah brand dan bukan merupakan wilayah. “Bila kita menggunakan nama ASEAN berarti kita berlindung dibawahnya dan harus mematuhi segala peraturannya” kata Tonyo Cruz, blogger asal Filipina. Jujur secara diri saya pribadi juga menyayangkan penggunaan nama ASEAN dan sayang dalam perumusan deklarasi tidak dibahas masalah nama tersebut.

Poin kebebasan berekspresi sepertinya harus dihilangkan karena beberapa negara di Asia Tenggara memiliki politik yang bertentangan dengan poin tersebut, ada perbedaan sistem demokrasi dan mengutarakan pendapat di masing-masing negara. Diskusi semakin menarik dan akhirnya harus terpotong untuk makan siang dan diminta beberapa blogger untuk merumuskan isi deklarasi.

Akhirnya seluruh peserta yang semula terbagi dalam tiga kelompok dikumpulkan untuk merumuskan isi deklarasi. Para peserta antusias mengungkapkan pendapat. Cukup disayangkan waktu yang demikian singkat dan hanya beberapa pendapat yang bisa ditampung dan diutarakan. Akhirnya dengan segala kekurangan, deklarasi ASEAN blogger diumumkan yang isi deklarasinya sudah saya tuliskan diatas.

Memang ini hanyalah sebuah deklarasi, sebuah pernyataan yang berisi visi dan misi yang akan dicapai dan belum terlaksana. Tantangan besar memang menghadang didepan. Apakah setelah Konferensi Blogger se-Asia Tenggara ini terlupakan begitu saja? Harapan saya tidak, semoga ada tindaklanjut dari acara ini dan komitmen yang tinggi dari para peserta. Masih banyak isi deklarasi yang harus dibenahi, masih banyak misi yang harus diraih, dan masih banyak rencana lain yang harus dijalankan. Minimal kita masih saling bertukar pikiran dan komunikasi di milis ASEAN Blogger, mengutarakan pendapat untuk revisi Deklarasi ASEAN Blogger, menentukan rencana jangka panjang dan jangka pendek, AD-ART, dan sebagainya. Bukannya saya menggurui tapi saya mengajak kawan-kawan kembali aktif dan bersemangat ketika mengikuti ASEAN Blogger Conference di Nusa Dua, Bali. Mampukah kita????

Comments
  1. dafhy
  2. jarwadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *