Blusukan Ke Grojogan Jabon, Gunungkidul

Pemandangan Air Terjun Grojogan Jabon Gunungkidul

Grojogan Jabon atau dikenal dengan nama Jurug Jabon merupakan daya tarik wisata baru yang sedang dikembangkan Desa Wisata Banyu Ngleri yang berlokasi di desa Ngleri, kecamatan Playen, kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak air terjun ini sendiri berada di tepi kawasan Hutan Wanagama milik Universitas Gadjah Mada (UGM). Beberapa informasi yang saya dapat bahwa air terjun ini cukup dekat dengan Air Terjun Sendang Tahunan yang sudah lebih dulu dibuka menjadi obyek wisata.

Annosmile Di Grojogan Jabon Gunungkidul

Cara Kesana

Perjalanan dari pusat kota Yogyakarta menuju ke Grojogan Jabon berjarak sekitar 45 km dengan estimasi waktu sekitar 1-1,5 jam. Rute dari kota Yogyakarta ke arah tenggara melewati Jalan Wonosari, Piyungan, Patuk, Sambipitu, Hutan Bunder, Lapangan Terbang Gading, dan Hutan Pendidikan Wanagama. Tidak disarankan menggunakan transportasi umum karena kendaraan umum hanya tiba di sekitar tepi Jalan Raya Wonosari saja dan harus berjalan kaki menuju desa serta masuk area hutan. Pengunjung disarankan menggunakan sepeda motor karena kondisi jalan yang sempit ketika mendekati lokasi dan lebih mudah berbalik arah ketika tersesat.

Berburu Foto Di Grojogan Jabon Gunungkidul

Kesan Grojogan Jabon

Grojogan Jabon benar-benar alami karena akses menuju ke dasar air terjun masih sulit dan harus menyusuri aliran sungai terlebih dahulu. Saat tiba dilokasi hanya kami saja yang berada di sekitar air terjun tersebut. Pemandangan air terjun ini awalnya terlihat biasa namun ketika diamati secara teliti memiliki keunikan yang jarang ditemui di tempat lain. Sampah yang ada hanya terlihat sedikit sekali dan mungkin bukan berasal dari air terjun ini melainkan dari aliran sungai yang ada diatasnya. Air terjun ini memiliki bentuk jatuhan air yang mengarah langsung ke dasar kolam yang berada dibawahnya. Sebelum jatuh ke kolam, air terjun membentuk bebatuan terlebih dahulu membentuk aliran yag sedikit ‘zigzag’. bebatuan yang ada disekitar air terjun ini terlihat unik karena merupakan patahan lapisan penyusun kerak bumi. Disekeliling kawasan air terjun ini masih lebat pepohonan dan belum dibersihkan oleh pengelola wisata. Harapannya lebatnya pepohonan tersebut tetap dipertahankan sebagai daya tarik kawasan wisata air terjun ini.

Debit air dari Grojogan Jabon sangat dipengaruhi oleh cuaca hujan dan sumber mata air yang mengalir diatasnya yaitu Sumber Mata Air Tahunan atau Sendang Tahunan. Bila beberapa hari kawasan tersebut tidak dilandai hujan dengan intensitas tinggi dan lama, debit air terjun menurun dan terlihat kurang menarik. Selain itu pada musim kemarau aliran airnya terlihat mengering walaupun masih terlihat aliran air dengan debit yang cukup kecil. Bila nanti akan serius dikembangkan menjadi obyek wisata, pengelola harus memikirkan bagaimana air terjun ini tidak hanya dapat dinikmati pada musim penghujan saja.

Aliran Air Terjun Di Grojogan Jabon Gunungkidul

Kesimpulan

Bagi teman-teman yang hobi blusukan, Grojogan Jabon Gunungkidul ini jangan sampai terlewatkan. Tempat ini masih cukup alami dan masih sangat jarang ditemukan sampah berserakan di kawasan ini. Hanya saja perlu perjuangan extra untuk sampai ke tempat ini karena papan petunjuk arah masih minim dan saya beberapa kali tersesat. Sedikit saran untuk menuju ke air terjun ini jangan sendiri atau bersama dengan teman serta membawa bekal makanan yang cukup karena tidak ada pedagang makanan. Ucapan terima kasih kepada mas Yuli dari pengelola Desa Wisata Banyu Ngleri yang telah sudi mengantarkan kami di Grojogan Jabon, Air Terjun Sendang Ayu, dan Air Terjun Sendang Tahunan. (text/foto: annosmile)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *