Fotokita Workshop & Hunting Photo Di Solo 2016

Workshop Fotokita Kota Solo April 2016

Pasar Rakyat adalah tema yang diusung dalam workshop dan photo hunting yang diselenggarakan oleh Fotokita.net bersama dengan National Geographic Indonesia (NGI). Acara ini diselenggarakan pada hari sabtu tanggal 30 April 2016 di Omah Sinten Heritage Hotel and Resto Solo yang letaknya disamping Pasar Ngarsopuro dan disebelah Pura Mangkunegaran. Sesuai dengan jadwal, acara tersebut dimulai pada pukul 13.00 dan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Peserta dibatasi 100 orang dan pendaftaran melalui online dari situs Fotokita.net.

Kali ini saya berhasil terdaftar menjadi peserta setelah acara sebelumnya yaitu RoadBlog 10 Cities yang diselenggarakan di Yogyakarta gagal saya ikuti karena kehabisan quota peserta. Setelah berhasil mendaftar, saya langsung menghubungi mas Iqbal, mas Sitam, dan lain-lain apakah juga mengikuti acara ini. Positif, kami sama-sama mendaftar acara workshop dan photo hunting tersebut. Namun akhirnya kami berangkat menggunakan trasnportasi yang berbeda, saya membawa sepeda motor dari Jogja menuju ke Solo, sedangkan teman-teman yang lain menggunakan Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks). Saya tiba lebih awal dan ternyata mereka yang menggunakan kereta api sudah datang lebih dahulu. Beberapa menit berselang acara workshop dan hunting foto dimulai dalam sebuah ruangan di lantai 2  Omah Sinten Heritage Hotel and Resto Solo

“Kapan terakhir ke pasar tradisional??”

Sebuah pertanyaan terlontar dari mulut pembicara yang bernama Yunaidi Joepoet (Fotografer National Geographic Indonesia) saat membuka dialog dengan peserta workshop. Beragam jawaban dari peserta ada yang menjawab sudah lama sekali, sebulan yang lalu, beberapa hari yang lalu, dan ada pula yang baru tadi pagi. Bagi saya pribadi baru beberapa hari yang lalu pergi ke pasar untuk melihat keramaian hari pasaran di Pasar Kotagede Yogyakarta.

Workshop tentang Pasar Rakyat dan cara memotret Human Interest ini berlangsung selama lebih dari satu jam. Materi tentang cara memotret yang disampaikan pembicara cukup mendapat respon positif dari para peserta. Akhirnya tiba waktunya mengaplikasikan ilmu yang didapat dari workshop yaitu hunting foto langsung di sebuah pasar rakyat yang terletak di kota Solo yaitu Pasar Gedhe. Para peserta diajak menuju ke pasar tersebut menggunakan transportasi tradisional becak. saya kebagian satu becak dengan travel blogger jogja yang cukup terkenal yaitu mas Sitam (www.nasirullahsitam.com). Sesampai di Pasar Gedhe Solo, kami pun berpisah mencari angel foto masing-masing.

Acara hunting foto di Pasar Gedhe selesai dan kami dipersilakan kembali ke Omah Sinten Heritage Hotel and Resto Solo. Foto-foto yang dilombakan kemudian dinilai dan salah satu teman kami yang bernama Halim menang dalam lomba Instagram. Acara workshop dan hunting foto ditutup dengan foto bersama antara peserta, panitia, dan pembicara.

Kesimpulan

Pasar tradisional atau pasar rakyat merupakan tempat yang mewakili kebudayaan dan perekonomian suatu masyarakat yang ada disuatu daerah. Jadi cermin dari sebuah kota sendiri berada pada pasar rakyat yang ada didalamnya. Banyak peristiwa atau momen menarik dalam interaksi yang ada di dalamnya. Acara berlangsung sukses dan lancar tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja sedikit kekurangan peserta tidak mendapatkan lembaran materi acara berikut tips dari pembicara. (text/foto: annosmile)

Comments
  1. Aqied
    • annosmile
  2. Bagus Gowes
    • annosmile
  3. Halim
    • annosmile
  4. Iqbal Kautsar
    • annosmile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *