Gambaran Teknologi Komunikasi 10 Tahun Mendatang

 

Setelah seharian mengikuti workshop tentang Peran Blogger Asean dalam Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya ASEAN – Mitra Wicara yang diselenggarakan hari sabtu, 9 Juli 2011 oleh Kementrian Luar Negeri RI Ditjen Kerjasama Asean, malam hari saya mengikuti acara lanjutan yaitu Sarasehan Blogger antar komunitas di Jogloabang. Sarasehan dimoderatori oleh Mas Gunawan Wibisono dengan menghadirkan Anindito Respati dari Telkomsel, Donny BU dari Internet Sehat dan Indriyatno Banyumurti dari Relawan TIK.

Walaupun acara sempat molor, tapi saya puas dengan diskusi yang diisi oleh beberapa pembicara. Sependek yang saya tahu dan sejauh yang saya dengar, dalam diskusi malam itu terdapat wacana dan harapan penggunaan teknologi telekomunikasi 10 tahun mendatang. Dimana perkembangan teknologi seluler sudah dimulai sejak zaman lampau hingga sekarang menghasilkan beberapa evolusi telepon seluler yang dimulai dari teknologi AMPS, 1G, 2G, 2,5G (EDGE), 3G, 3,5G, HSPDA, HSUPA, dan kedepannya memasuki dunia 4G.

Flashback 10 tahun yang lalu ketika saya membeli sebuah ponsel bermerk Siemens M35i ditahun 2001 (Gambar 2G) yang hanya memiliki fitur utama telepon dan sms, layar masih monochrome, dan hanya tersedia koneksi internet berjenis CSD atau dial-up modem yang kecepatannya jauh dibawah GPRS. Dan ketika itu fitur koneksi internet tidak terpakai karena tarif yang luar biasa mahal dan akhirnya saya hanya menggunakan fitur telepon dan sms. Ponsel ini masih dikategorikan sebagi teknologi 2G karena fungsi utamanya sebagai telepon (percakapan) dan sms (pesan test). Dulu saya beranggapan bahwa ponsel yang berukuran mungil dan bisa buat berkomunikasi dengan suara dan text sudah cukup. Dan saya membayangkan ukuran ponsel semakin mungil, tipis dan kompak.

Tapi anggapan saya mengenai gambaran prediksi 10 tahun kedepan dari tahun 2001 ternyata salah. Dalam pengikuti perkembangan jaman hingga memasuki tahun 2011, perkembangan teknologi seluler berkembang secara luar biasa. Fitur-fitur yang sebelumnya tidak terduga bisa dijejali kepada perangkat mungil itu. Walaupun kenyataannya ukuran ponsel saat ini tidak bisa disebut mungil karena membutuhkan ukuran layar yang besar dan lebar demi kenyamanan pengguna.

Sebagai contoh saya lebih senang menyebut Blackberry sebagai handset bukan ponsel karena fitur yang ditawarkan melebihi dari makna sebenarnya dari ponsel. Produk terbaru Blackberry rata-rata sudah memiliki teknologi jaringan 3,5G (setingkat diatas 3G) dengan kecepatan koneksi internet berjenis HSPDA dan HSUPA. Kecepatan maksimal akses internet yang ditawarkan konon melebihi kecepatan internet yang disediakan melalui jaringan kabel yang sudah lama digunakan di Indonesia. Selain itu fitur-fitur penunjang dan wajib lainnya seperti kamera megapixel, LCD yang berukuran besar, slot memory, sistem operasi, GPS, pemutar musik, wireless LAN, dan masih banyak fitur lainnya. Semua fitur yang dulunya terdapat di komputer yang berukuran besar, sekarang bisa masuk dalam satu genggaman.

Dalam diskusi yang dibarengi livetweet dengan hastag #ActCreative ini saya baru bisa membayangkan sedikit gambaran mengenai teknologi seluler kedepannya. Yang jelas saya sedikit mengetahui bahwa dalam beberapa tahun lagi akan muncul teknologi yang dinamakan teknologi 4G, bahkan ada yang menambahi embel-embel dibelakangnya menjadi 4G LTE (Long Term Evolution).

Konon teknologi seluler 4G LTE akan mengubah secara drastis masyarakat dalam kehidupan dan berinteraksi antar individu. Saya berharap kecanggihan teknologi mendatang tidak menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh , dimana hal ini mulai terjadi ketika dunia seluler memasuki teknologi 3G. Sebagai contoh, dalam suatu rapat, ada beberapa anggota yang sibuk dengan gadgetnya untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak ada ditempat itu, sedangkan dia mengacuhkan orang-orang yang berada di tempat tersebut.

Teknologi 4G LTE konon akan mengubah kehidupan manusia menjadi satu dalam genggaman. Gambaran yang saya lihat 10 mendapat seperti tanda pengenal elektronik dan rekening elektronik yang tergenggam langsung dalam gadget (handset) sehingga manusia tidak perlu repot-repot membawa idendtitas dan lembaran uang yang cukup tebal. Selain itu masalah lambatnya koneksi internet dan mahalnya biaya penggunaan internet teratasi dengan teknologi 4G ini karena teknologi ini cukup murah dikembangkan dan mendukung teknologi yang sudah ada sebelumnya seperti 3G dan 2G sehingga handset lama masih dapat digunakan. Dalam diskusi teknologi komunikasi dari Perwakilan Telkomsel Jateng DIY, saat ini Telkomsel sedang menguji coba teknologi 4G di beberapa kota. Rencananya dalam lima tahun kedepan Telkomsel siap menyambut teknologi 4G yang telah diintegrasikan kedalam handset terbaru yang dilepas pasaran dan mampu dinikmati secara maksimal oleh pengguna baru handset berteknologi 4G

Saya menyimpulkan bahwa teknologi baru semacam 4G LTE dan mungkin selanjutnya bernama 5G akan membuat kita terkagum-kagum akan fitur dan teknologi yang diberikan bila kita berkaca dari teknologi yang sudah ada semacam 1G, 2G, maupun 3G. Setidaknya saya berharap semua operator yang mendukung teknologi terbaru tersebut tidak lagi mengecewakan para penggunanya, dimana sering terjadi pada penggunaan teknologi sesluler sebelumnya. Mudah-mudahan semua pihak mendukung teknologi baru ini dan bermanfaat bagi semuanya.

#ActCreative

Incoming search terms:

    deskripsi 10 tahun kedepan rencananya
Comments
  1. suryaden
  2. ~MHC~
  3. kifli09
  4. MasEDI Belajar Ngeblog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *