[Review] Lapara Alkaline Battery Charger

Lapara Alkaline Battery Charger

Lapara Alkaline Battery Charger merupakan salah satu alat pengisi baterai jenis alkaline yang banyak beredar di pasaran. Sebelumnya kita menganggap baterai alkaline sama seperti baterai biasa dimana ketika habis masa pemakaian kemudian dibuang. Hal tersebut ternyata salah karena baterai alkaline dapat kembali diisi ulang meskipun kinerjanya tidak sebaik baterai isi ilang (Rechangeable battery) yang berbahan Ni-Cd, Ni-Mh, dan sebagainya. Dalam paket pembelian ini disertakan kabel dan buku petunjuk penggunaan charger.

Lapara Alkaline Battery Charger dapat di beli toko elektronik atau toko online yang berada di Indonesia. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 150.000,- bisa lebih mahal atau lebih mulai tergantung lokasi dan ketersediaan.

Spesifikasi

  • Input Voltage: AC 100~240V 50/60Hz 6W
  • Output Voltage: DC1.8V x 4
  • Maximum Output Current:300mA x 4
  • Fuse Rating 0.5A / 250Vac
  • Applicable for battery type: Alkaline / Ni-MH ; AA / AAA / C type
  • Dimension(LxWxH):127.5x80x40mm

Features

  • Applicable for AA and AAA & C type alkaline / Ni-MH batteries
  • LED status indicators
  • Micro-processor chip controlled system
  • Auto detecting battery type
  • Auto setting charging current according to battery type and status
  • Auto running stability charging current after full charged
  • Safety charging timer auto setting
  • Auto cut off after charging completed
  • Auto cut off once batteries fall-off
  • Overheat free
  • Fool-Proof against misplacement of batteries in wrong poles
  • Unversal voltage range: AC 100V~AC 240V
  • CE , RoHs, GS. Approved.

Uji Coba

Saya mencoba mengguakan Lapara Alkaline Battery Charger pada beberapa baterai alkaline bekas beberapa merk yaitu ABC Alkaline dan baterai Energizer dengan dua macam ukuran yaitu AA dan AAA. 4 (empat) baterai alkaline langsung saya pasang untuk memenuhi slot charger baterai. Namun ada 3 (tiga) slot baterai muncul indikator berkedip (blinking) warna merah dan biru secara bergantian. Ketika saya coba baca buku manualnya tertulis baterai telah rusak atau baterai tidak dapat mengisi ulang (non-rechargeable). 1 (satu) baterai yag terpasang indikator lampu menyala warna merah yang berarti sedang mengisi. Menurut buku petunjuk yang ada baterai terisi penuh dalam waktu 4 (empat) jam dan lampu indikator berubah warna hujau.

Baterai alkaline yang telah terisi penuh saya coba gunakan untuk penggunaan flash external kamera (kali ini saya gunakan flash manual Yongnuo YN-460 II). Waktu pengisian daya pada external flash tersebut sedikit lebih lama dibandingkan dengan baterai alkaline yang baru. Selain itu daya yang tersimpan dalam baterai alkaline lebih boros atau lebih mudah habis. Sepertinya penggunaan baterai alkaline yang telah diisi ulang lebih disarankan pada peralatan elektronik yang tidak terlalu menyedot cukup besar daya. Sebut saja untuk dipakai pada jam dinding, remote tv, senter, mouse komputer, dan sebagainya.

Kesimpulan

Lapara Alkaline Battery Charger dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengisi baterai jenis alkaline berbagai merk yang dijual di pasaran. Desain charger yang kokoh dengan beberapa fitur unggulan memudahkan pengguna melakukan pengisian baterai. Baterai alkaline yang diisi ulang mengalami penurunan kinerja lebih dari 20% atau hanya memiliki daya tampung daya listrik maksimal 80% dari baterai baru. Baterai alkaline yang telah diisi ulang disarankan tidak digunakan pada peralatan eletronik yang membutuhkan daya serap listrik yang besar. (text/foto: annosmile)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *