Membangkitkan Obyek Wisata Baru di Lumpur Sidoarjo 17
Setelah 3 tahun ditambah 100 hari pemerintahan yang sekarang, ternyata tidak sedikitpun menyentuh kondisi sosial korban lumpur Lapindo yang ada di Desa Porong, Sidoarjo. Perlahan dan (seperti) pasti, kondisi sosial di Porong dan desa-desa lainnya yang terkena dampak lumpur Lapindo dilupakan bahkan ditinggalkan. Rembug Nasional (National Summit) yang diadakan Presiden setelah pelantikannya juga seperti sengaja untuk tidak mengundang korban lumpur Lapindo.
Masih tercecer saat ini lebih dari 300 KK yang menganggur, hak penghidupan yang semestinya menjadi hak paten manusia hidup masih juga tidak diperjuangkan dengan baik. Bisa dibayangkan, berapa total nyawa yang terancam kelangsungan hidup, pendidikan dan masa depan bila dihitung dari 300 KK. Uang ganti beli (yang jelas-jelas uangnya dari Negara alias Rakyat) juga tidak membantu banyak, karena masih banyak penduduk yang belum menerima uang ganti asset tersebut.
Kebijakan Perpres No. 14/2007 adalah termasuk kebijakan ‘kesopanan’ pemerintah pusat pro Lapindo, tidak tegas dalam memberesi persoalan rakyat akibat kebijakan pengelolaan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) yang tidak berorientasi pada social safety.
Terakhir minggu ketiga bulan pertama tahun ini, Kika dan kawan-kawan mencoba melakukan assesment secara nyata ke desa-desa yang terkena dampak lumpur Lapindo. Lokasi pengungsian yang masih semrawut, pengangguran nyata yang terlihat di sisi danau lumpur, hingga wajah-wajah tegang yang berseliweran disekitarnya. Namun terlihat juga beberapa pengunjung yang menikmati danau lumpur ciptaan Lapindo itu. Luas tanggul yang hampir mencapai 1 KM menjadi strategic view untuk menikmatinya. Terlihat sekali minim aktifitas yang terjadi disini. Hampir seperti daerah mati. Sebelum menikmatinya, Kika dicegat dan di minta membayar sebesar 5000 rupiah sebagai ganti uang tiket masuk ke lokasi wisata danau lumpur. Tanpa senyum dan tanpa basa basi, terlihat sekali ketegangan yang sudah akut menyelimuti pikiran mereka-mereka yang ada di daerah ini.
Berbekal melihat dan mencermati keadaan, kebutuhan perut para pengungsi yang berjumlah lebih dari 300 KK tersebut sudah tidak bisa lagi dihindarkan. Sudah sangatlah mendesak. Menurut Ipung M Nizar, salah satu koordinator pengungsi, mereka sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Kebanyakan dari mereka sulit untuk diajak keluar dari daerah lumpur tersebut. Hingga akhirnya dia sebagai koordinator tidak bisa juga meninggalkan rekan-rekan dan beberapa saudaranya yang masih tinggal dan menunggu uang ganti beli dari Pemerintah. Namun mereka berjanji bila ada jaminan penghidupan yang layak, mereka akan berusaha untuk keluar dari lingkungan Lumpur yang jelas-jelas sudah tidak lagi kondusif untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selama ini Ipung dan teman-teman mencoba untuk berkarya dengan membuat CD/DVD dokumenter tentang kejadian Lumpur Lapindo.

Untuk membantu Ipung dan rekan-rekannya, Kika beserta teman-teman mencapai pada tahap kesepakatan untuk membantu dengan cara menghidupkan saja sekalian wisata di Danau Lumpur Lapindo. Secara SDM dan kreatifitas, daerah Tanggulangin dan Porong merupakan sentra produksi kerajinan yang sangat dikenal di Indonesia. Di Tanggul pembatas lumpur yang lebar mencapai 15 Meter serta panjang hampir 1 KM itu nantinya akan didirikan pasar wisata dengan berbagai penjualan. Hanya saja dibutuhkan banyak modal untuk orang-orang korban Lapindo ini agar bisa berjualan.
Untuk mensiasatinya, Kika secara pribadi akan menggandakan CD/DVD Dokumenter Lumpur Lapindo serta membuat beberapa macam produk yang berhubungan dengan tragedi ini. Dan bisa dilihat di situs SocioDistro serta Social Movement yaitu http://kukira.net. Yang nantinya hasil penjualan dikurangi modal akan saya kirim ke beberapa koordinator pengungsi disana, entah itu LSM atau personal. Diantaranya Ipung dan LSM yang tergabung dalam http://korbanlumpur.info . Beberapa produknya adalah T-Shirt dan Topi.
Pengadaan konsep Pasar Wisata Danau Lumpur ini juga merupakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah dan mengingatkan kepada khalayak ramai bahwa masih banyak masalah yang diakibatkan oleh Lapindo dan pemerintah secara tidak langsung.
N.B
Dan bila ada rekan-rekan yang sanggup memberikan jaminan peminjaman uang baik perorangan maupun lembaga kepada para korban untuk digunakan sebagai modal usaha awal, silahkan hubungi saya atau langsung kepada Ipung M Nizar dengan nomor telpon 0817335244
Artikel Repost dari Kika
Incoming search terms for the article:
obyek wisata sidoarjo (2),tempat wisata di sidoarjo (2),tempat wisata Sidoarjo (2),artikel pengangguran (2),artikel lumpur lapindo sidoarjo (2),wisata di sidoarjo (1),wisata lapindo Sidoardjo (1),sidoharjo tempat wisata (1),pengertian tempat wisata (1),pengertian perubahan sosial akibat lumpur lapindo (1),pengertian lumpur porong sidoarjo (1),pengangguran sidoarjo (1),7 aspek permasalahan sidoarjo porong tanggulangin (1),objek wisata sidoarjo (1),artikel lumpur lapindo (1),artikel pengangguran akibat lumpur lapindo (1),Artikel pengangguran di sidoarjo (1),daerah yang terkena lumpur sidoarjo (1),kika saja (1),LSM di porong sidoarjo(lumpur lapindo) pengangguran (1)Related posts:
- Perubahan politik dan kebijakan Perubahan politik dan kebijakan terkadang menjadi sumber peluang kewirausahaan karena perubahan tersebut memungkinkan rekombinasi sumber daya agar lebih produktif. Beberapa...
Terima kasiiiiiiiiiiiiiihhhhhhh….
Kasihan,ya,nasib para korban.
Harap saja nasibnya tdk trus terkatung-katung.
Salam kenal kembali dan terimakasih sdh berkunjung.
Salut dengan orang-orang yang telah bekerja keras membantu korban.
Terus semangat Kika dan Ipung…
kasihan bgt ya,,
semoga secepatnya dapet jalan keluar dah,,
Jempol Loro buat orang2 yang masih peduli dg penduduk porong sidoarjo, tetep semangat dalam memperjuangkan nasib sodara-sodara kita untuk mendapatkan hak yg layak sebagi warga negara INDONESIA RAYA
semoga para biang kerok perasalahan ini berani turun tangan dan mempertanggung jawabkan semua ulahnya..!
mangstaf jaya
sungguh tragis memang, dilupakan bahkan seperti tak pernah terjadi….n usaha yang bagus bro moga sukses
emang mantabb.. dijadikan object wisata
nama lapindo dah jadi brand tersendiri
Good Job! Salut buat Sdr Ipung CS, Kika dan pemilik blog ini. Bagus bagus bagus dan tetap semangat Gan!
terkadang… keprihatinan dan keputusasaan menjadikan manusia tambah kreatif… boleh dong, request t-shirt nya…. salam sukses…
sedj
bos..nyalon jadi pemimpin aja, tapi jangan pake partai..kalo pake partai, aku gak ikut dukung lho..he he..
slamat b’juang aja..pasti ada solusinya
wah si bakrie padahal pake upacara gt wkt ganti rugi hihi
salam kenal serta jabat erat selalu dari Tabanan
turut prihatin mas dengan musibah ini yang menyebabkab banyak orang kehilangan harapan, but tetap semangat mas. salah satu caranya ya dengan mengusung isu nya leawt dunia maya. prita, bilqis, serta kasus cecak-buaya aja bisa, apalagi ini yang sudah pada tahu semua.
miris rasanya ngeliat pemerintah yg ga pedulian, sedangkan para blogger, bagian dari rakyat, justru peduli. semangat
Salut utk para Blogger dan mereka2 yg masih peduli dgn nasib para saudara2 kita yg terkena musibah lumpur lapindo.. Moga sukses dan lancar ya Mas..