[Review] Pengalaman 3 Tahun Menggunakan Evercoss A26

cross-a26

Cross A26 merupakan produksi brand lama terakhir sebelum berganti nama menjadi Evercoss agar dapat dipasarkan ke luar negeri. Produk terakhir dari brand Cross tersebut memang dijual terbatas karena sedang dalam masa peralihan nama. Saya mendapatkan produk Cross A26 di salam satu gerai penjualan smartphone di sekitar Jalan Kaliurang Yogyakarta. Alasan utama saya membeli ponsel ini karena spesifikasinya cukup lumayan dengan harga dibawah 1,5 juta rupiah.

Kemasan Cross A26 berisi perangkat smartphone Cross A26, charger, baterai, ear phone, dan buku petunjuk manual penggunaan. Desain Cross atau Evercross A26 saat itu cukup modern dengan bahan kokoh berbalutan warna hitam dan tanpa tulisan merk seperti halnya ponsel kelas kebawah (low end) dan kelas menengah (mid end). Bezel perak yang melingkar menambah kesan kesan elegan pada ponsel ini sehingga terlihat seperti ponsel kelas atas. Merk Cross sendiri tertulis dibagian casing belakang sebelah bawah dekat dengan pintu keluarnya speaker.

Spesifikasi

Prossesor Dual Core 1 Ghz

RAM 512 MB

LCD 5.0 inch 800 x 480 pixel (WVGA)

Primary Camera : 8 Mp

Second Camera (front) : 1,3 Mp

Sensor : Proximity, Light Sensor, 3D Gravity Sensor, E Compass


Spesifikasi Evercoss A26 yang menggunakan prosesor Dual Core dan RAM 512 Mb pada kala itu mampu menampung banyak aplikasi dan beberapa game yang umum dimainkan para anak muda. Apalagi ketika saya melakukan root dan custom rom pada Evercoss A26 untuk memaksimalkan kinerjanya. Penggunaan custom Rom pada Evercoss A26 mampu memaksimalkan kinerja yang tidak ditawarkan oleh Rom bawaan Evercoss sendiri. Rom bawaan Evercoss terkenal kaku dan tampilannya kurang menarik. Setelah dilakukan rooting, tampilan menu Evercoss A26 setelah dilakukan rooting tampil menarik persis layaknya ponsel kelas atas hig end. Sedikit informasi saya menggunakan custom Rom bawaan dari Sony Experia Z yang terkenal ringan bila diterapkan pada ponsel dengan memory RAM rendah dibawah 512 MB. Saya berharap pada produk-produk terbaru Evercross menggunakan Rom yang memiliki tampilan yang menarik dan tidak terlihat kaku seperti Rom bawaan smartphone yang saya gunakan ini.

Seiring perkembangan waktu dan zaman, spesifikasi smartphone Evercoss A26 sudah tidak mampu lagi mensupport berbagai macam aplikasi yang biasa saya pergunakan. Akhirnya saya menghentikan penggunaan smartphone ini pada akhir bulan Oktober 2016 dan menggunakan smartphone baru dengan spesifikasi yang mendukung aplikasi masa kini. Terakhir sebelum berhenti menggunakan Evercoss A26, saya hanya menggunakan beberapa aplikasi android yang umum dipergunakan seperti Blackberry Messenger, Facebook Lite, Tweetcaster, Instagram, Regran, dan Link 2 SD saja.

Kesimpulan

Secara keseluruhan produk Evercoss/Cross seri A26 yang saya gunakan mampu bertahan hingga 3 tahun pemakaian. Hal-hal yang membuat saya berhenti menggunakannya adalah kapasitas memory RAM yang sudah tidak mencukupi untuk aplikasi yang saya gunakan saat ini. Disamping itu sparepart baterai smartphone tersebut sangat sulit ditemukan di pasaran dibandingkan merk-merk terkenal lainnya. (text/foto: annosmile)

Incoming search terms:

    Pengalaman memakai evercoss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *