Punthuk Setumbu – Waisak Borobudur Photo Tour

Foto Bersama Setelah Hunting Sunrise Punthuk Setumbu Magelang

Waisak Photo Tour merupakan agenda mendokumentasikan puncak peringatan Hari Tri Suci Waisak (Vesak Day) di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Puncak Peringatan Waisak di Candi Borobudur ini digelar secara meriah dan dihadiri oleh para petinggi negara. Tidak heran bila agenda perayaan Waisak menjadi bagian dari kalender wisata nasional khususnya wisata religi. Banyak agen wisata atau perusahaan pariwisata menawarkan paket wisata ini bertajuk Waisak Ceremony Trip, Waisak Photo Tour, Waisak Borobudur Tour, Waisak Open Trip, dan sebagainya. Namun kami sendiri lebih memilih berangkat sendiri karena lebih hemat biaya dan tidak terkekang oleh aturan penyelenggara paket wisata.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Candi Borobudur membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan asumsi jarak tempuh sejauh 45 km. Kami bertiga yang terdiri dari saya, Alannobita, Macky Muhammad berangkat dari titik kumpul di kawasan Tugu Yogyakarta. Kami berangkat pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB atau 11 malam dengan lokasi pertama yang dituju adalah Bukit Punthuk Setumbu. Punthuk Setumbu adalah lokasi favorit menikmati matahari terbit atau sunrise dari kawasan perbukitan dan menikmati pemandangan Candi Borobudur berselimut kabut dari ketinggian. Karena datang terlalu awal, kami berhenti untuk istirahat di masjid desa dekat Punthuk Setumbu. Sekitar pukul 03.00 pagi, kami memulai perjalanan menuju ke Punthuk Setumbu. Diatas puncak bukit Punthuk Setumbu, kami bertemu dengan fotografer lain diantaranya pak Zulkarnaen Syri Lokesywara, Joel Yulianto, Rudi Antoro ‘Simbah’, Nanunk Nugi Yogie, dan sebagainya. Sambil menunggu moment matahari terbit dan terlihatnya Candi Borobudur yang sebelumnya tertutup kabut, kami menyempatkan berfoto bersama.

Kabut Tebal Di Punthuk Setumbu Borobudur Magelang

Perburuan foto di Puncak Bukit Punthuk Setumbu tidak sesuai rencana karena kabut tebal masih terasa hingga pukul 07.00 pagi. Kami gagal mendapatkan foto matahari terbit dan Candi Borobudur karena kabut tebal yang menghalangi pandangan. Sepertinya harus mengulang pengambilan gambar dari atas perbukitan ini pada lain waktu dengan cuaca yang lebih baik. Perburuan foto di Punthuk Setumbu pun kami akhiri dan berkemas untuk menuju ke acara berikutnya. Di sela-sela liputan atau pengambilan gambar, kami menyempatkan diri untuk sarapan sambil beristirahat sejenak agar fisik tetap prima.

Rangkaian acara Peringatan Hari Raya Waisak pada pagi hari dimulai dengan persiapan pawai dari kawasan Candi Mendhut. Pawai tersebut akan membawa air suci yang diambil dari mata air suci Umbul Jumprit yang berada di Temanggung, Jawa Tengah dan api abadi dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Pawai tersebut akan diikuti oleh para umat Buddha yang merayakannya dan diramaikan beragam kesenian yang berasal dari tanah air. Prosesi pawai atau kirab dari Candi Mendhut menuju Kompleks Candi Borobudur dimulai menjelang siang hari. Setelah acara pawai selesai, rangkaian acara dilanjutkan pada malam hari sebagai malam puncak Peringatan Hari Tri Suci Waisak.

Malam Puncak Perayaan Waisak Candi Borobudur 2012
Malam Puncak Peringatan Waisak diselenggarakan di lapangan samping Candi Borobudur. Acara dibuka dengan sambutan dari ketua panitia, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, perwakilan Menteri Agama RI, dan pembacaan pidato dari Presiden RI. Acara selanjutnya berupa ritual doa menyambut detik-detik peringatan Waisak yanmg diikuti para biksu berserta seluruh umat yang hadir. Para penonton diminta menunggu dibelakang agar tidak menganggu kekhusyukan umat dalam berdoa/beribadah. Para penonton atau hadirin baru diperbolehkan membaur setelah rangkaian doa selesai dan memasuki acara pelepasan 1000 lampion.

Foto Bersama Malam Puncak Waisak Candi Borobudur 2012

Festival 1000 Lampion menutup puncak acara Peringatan Hari Tri Suci Waisak di Candi Borobudur. Pelepasan 1000 lampion dilakukan oleh seluruh hadirin yang datang ke lokasi acara termasuk para biksu, umat, dan masyarakat umum. Prosesi pelepasan 1000 lampion dimulai oleh perwakilan para biksu dari atas panggung kemudian diikuti oleh para hadirin yang memegang lampion. Perlahan-lahan lampion-lampion mulai diterbangkan ke atas langit dan terlihat pemandangan langka yang hanya dapat disaksikan satu kali dalam setahun. Langit di atas Candi Borobudur terlihat bermandikan cahaya lampion yang terang dan berpadu dengan cahaya bulan purnama. Kemeriahan Festival 1000 Lampion dalam rangkaian Peringatan Hari Tri Suci Waisak di Candi Borobudur ini konon ingin menyamai kesuksesan festival lampion tingkat dunia di Thailand bernama Yi Peng Lantern Festival. Semoga di tahun mendatang diselenggarakan lebih meriah tanpa mengurangi kekhusyukan umat Buddha yang sedang beribadah. (text/foto: annosmile)


Jadwal

21-22 Mei 2016 – Puncak Peringatan Hari Tri Suci Waisak


Rincian Biaya

Transportasi

  • Sepeda Motor : gratis (milik pribadi)
  • Bahan Bakar : Rp 30.000,-/motor (pulang-pergi)

Akomodasi

  • Penginapan : gratis (tidur di masjid)
  • Makan Pagi (nasi rames) : Rp 15.000,-/orang
  • Makan Sore (nasi rames/pecel lele) : Rp 20.000,-/orang
  • Parkir Sepeda Motor Candi Borobudur : Rp 3.000,-/motor
  • Tiket Masuk Candi Borobudur : Rp 30.000,-/orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *